20 Juni 2013

Antara Saya Dengan Musik

Karena sering dicekoki lantunan lagu dari mulai lagu Beatles sampai Queen yang diputar oleh Ayah maka sejak kecil saya sudah memiliki hubungan emosional tersendiri dengan musik, hal tersebut semakin menjadi-jadi ketika Ayah sering menyuruh untuk belajar bernyanyi di kafe-kafe kecil yang menyedikan tempat karaoke umum yang ketika itu sedang marak-maraknya di kota Bandung. 

Beranjak dewasa saya sudah melupakan hal tersebut dan tidak sedikitpun mempunyai rencana atau pikiran untuk menambahkan musik dalam bagian hidup saya di masa depan walaupun masih sering bernyanyi tidak karuan di kamar mandi, namun entah kenapa pada saat saya berulang tahun ke 12 Ayah memberikan kado anehnya berupa album Mellon Collie and the Infinite Sadness dari Smashing Pumpkins. 

Rasanya aneh sekali sejak mendengarkan lagu-lagu dari album tersebut saya menjadi ketagihan untuk mengetahui lebih dalam di dunia musik dan mulai beburu kaset dan CD untuk sekedar menambah koleksi dan makanan untuk telinga saya, hal tersebut diperparah ketika saya diajak oleh teman saya untuk membentuk sebuah band.

Walaupun suara saya pas-pasan dan lebih menjurus ke fals dan sumbang (tanpa iwan dan doel) saya dipercaya untuk menjadi vokalis dalam band asal-asalan tersebut hehehe dan itu merupakan keajaiban besar menurut saya apalagi gigs pertama saya dengan band tersebut adalah event besar dan kalau tidak salah namanya adalah "pesta pelajar".

Kamu bisa bayangkan pertama kali manggung dan ditonton oleh ribuan orang rasanya hampir membuat jantuk copot lalu pipis di celana, walaupun hanya sebatas band pengisi namun rasa bangga sekali bisa tampil satu gigs dengan orang-orang profesional dalam bidang musik seperti Marcell Siahaan yang kala itu belum menjadi penyanyi pop seperti sekarang melainkan sebagai penggebuk drum dari band Hard Core terkenal asal Bandung yaitu Puppen.

Karena sadar akan suara saya yang kian beranjak dewasa kian tidak bermotif dan membuat retak gendang telinga orang yang mendengarnya maka saya lebih memilih untuk mendalami instrument gitar sebagai pelampiasan saya dalam bermusik, walaupun begitu banyak sekali tantangan dan halangan yang harus saya lalui untuk mempelajari gitar lebih serius apalagi saya seorang kidal yang tentu sangat sulit ketika mempelajari hal mengharuskan memutar balik kebiasaan orientasi tangan.

Setelah sukses berguru pada para musisi terkenal melalui CD dan kaset maka resmilah diri saya berpetualang dalam dunia tersebut, kalau diingat-ingat banyak sekali kenangan yang unik seperti pernah dibayar manggung hanya kue dus sampai ada yang tidak jadi manggung malah dibayar dua kali lipatnya belum lagi pengalaman-pengalaman lainnya yang tidak bisa dinilai dengan materi.

Sayangnya petualangan tersebut harus saya sudahi bebeapa tahun kebelakang yang mengharuskan saya lebih memilih jalan lain dan tidak berkutat dalam dunia musik lagi hehehe, tapi walaupun begitu antara musik dan saya masih tidak terpisahkan, di sela-sela kesibukan saya selalu menyempatkan diri untuk mendengarkan musik dari berbagai genre namun dari berbagai macam bunyi-bunyian tesebut ada tiga band yang paling saya sukai yaitu Yeah Yeah Yeahs, Mew dan Killswitch Engage, believe me or not musik itu asyik dan menyehatkan jiwa.

Sebagian orang lebih senang menjadi penikmat dan sebagian orang ingin menjadi penggubahnya, sadar atau tidak musik adalah salah satu hal yang selalu menemani kita dikala senang atau duka bahkan untuk orang yang tidak menyukai musik sekalipun, sampai jumpa di postingan berikutnya dibulan depan hehehe dan sebagai perpisahan silahkan dinikmati hasil karya dari saya jama dahulu kala.




20.37

Artikel Terkait:

1 comments:

  1. Bwaaaaa.. pantas nma fbnya pernah rockboy, jd sejarahnya begitu toh.
    Jamannya beatles itu kapan yaahh.. kyknya dah uzur dah. Ekekekek

    BalasHapus

 

Copyright © Catatan Ananda for Fortuner SUV Terbaik Design by NoShadow Kick | Powered by Blogger